goosted

Jangan banyak mimpi tapi harus banyak target

Judulnya rada-rada ekstrem. Ini tulisan yang mungkin agak kasar, tapi emang harus di sampaikan suka tidak suka pun.

Akhir-akhir ini banyak orang terlena dengan mimpinya (termasuk saya tapi dulu). Mungkin artikel ini akan menampar mimpi anda. Bukan bermaksud saya membuat mental pembaca jadi down. Tapi justru ini yang akan bisa meluruskan tujuan yang mungkin akan (anda, kamu, mas bro, uwa, mang, akang, mas, mba, teteh) capai. Agar tidak tersesat!

Sebenernya mimpi itu bagus, bahkan harus* (dengan syarat dan ketentuan tertentu). Tapi kalau mimpi terus kapan mewujudkannya?

Mau mimpi terus?

Ayo bangun sobat !

Jangan banyak mimpi tapi harus banyak target
Mimpi itu cukup saat kita tidur. Jika sudah bangun mah jangan mimpi terus tapi harus bergerak dan jalani hari ini dengan sebaik mungkin. Itulah kata-kata dari motivator. Hahaha saya juga bisa kalau cuma jadi motivator mah...

Sekarang mah udah ngga jaman mimpi mimpian. Tapi bikin goal sebanyak-banyaknya.
Loh apa bedanya mimpi dan goal?

Jelas beda, kalau mimpi mah setinggi langit kalau goal mah sepanjang lapangan bola. Mangkanya mimpi itu selamanya akan tetap jadi mimpi karena setinggi langit, dan langit itu ngga tau ukurannya. Jangankan kita sebagai orang awam, astronot pun yang pernah ke luar angkasa belum mampu menembus langit. Wkwkwkwk...

Oleh karena itu mempunyai seribu goal dalam hidup itu lebih realistis daripada punya satu mimpi yang setinggi langit. Lebih jelas, lebih terukur, leebih terstruktur dan lebih jelas kemana kita harus melangkah.

Saya kasih contoh ya mana itu mimpi dan goal.


Contoh mimpi

- Ingin cepat kaya tapi malas bekerja keras dan kerja cerdas, itu mimpi !
- Ingin naik Haji tapi buat makan sehari-hari sudah, terus malas cari uang sampingan lalu gaya hidup boros pula, itu mimpi
- Ingin punya mobil lamborghini, tapi gaji dibawah UMK, itu mimpi !

Contoh goal

- Gaji anda per bulan misalnya adalah Rp 4.000.000,- lalu anda berencana tahun depan ingin membeli sepeda motor yang harganya Rp 16.000.000. Nah itu goal... Lebih real dan masuk akal
- Anda ingin pensiun di usia 40 tahun karena anda telah membangun aset ekonomi sejak usia dini, sehingga anda terbebas dari beban keuangan, nah ini goal !
- Anda ingin berwisata di setiap taun, dengan catatan anda mengalokasikan uang gaji anda sepersekian persen darigaji anda, ini goal!

Tulisan ini saya dapatkan dari obrolan dengan para ulama di bandung, saya merasa tertampar sekali sodara-sodara sekalian.

Tapi efeknya sangat baik buat saya. Saya merasa tersadarkan bahwa di dunia ini kita harus sering instrospeksi diri. Hilangkanlah dan buang jauh-jauh keinginan semu yang malah membahayakan kehidupan kita. Dengan begitu, kita akan lbih tenang dan bahagia dalam menjalani aktivitas kehidupan ini.

Ada satu nasihat yang saya dapatkan dari para ulama. Bahwa dalam kehidupan itu jangan banyak keinginan, tapi banyak muhasabah diri (bahasa kasarnya Ngaca diri). Dan nasihat itu seringkali bertolak belakang dengan buku-buku motivasi yang pernah saya baca yang katanya hidup itu harus punya mimpi setinggi langit. hmmm....

Ini sih cuma sekedar opini pribadi saja. Nggak harus di ikuti, di ikuti atau nggak pun saya nggak dapat untung apa-apa, kan saya ngga jualan buku motivasi. Saya cuma menulis pendapat saya di blog saya.

Kesimpulannya. Mimpi itu harus tertarget, jangan mimpi setinggi langit. Karena kita sebagai manusia nggak tau jarak itu langit dan bumi. Hehehe... Lebih baik kita bikin Goal yang tertarget, misalnya Gini, hari ini kita bisa apa? nah tentukan rencana yang akan kita capai sesuai dengan yang kita bisa sambil meningkatkan kemampuan (skill dan pengetahuan) kita. Setelah goal itu tercapai dan kemampuan atau skill kita meningkat.

Kita bikin Goal yang lebih besar lagi dan seterusnya hingga maut menjemput. Itu yang betul.
Layaknya kita menuju tangga, mimpi itu harusnya demikian. Kita naik selangkah, kita bikin goal. Naik selangkah lagi, bikin goal lagi. Nanti kalau jatuh pun, jatuh nya paling satu tangga ke bawah. Dan ngga bakalan sakit. kan jatuhnya cuma satu step tangga.

Jadi, mimpi itu boleh dan Goal itu wajib, selama diri kita merasa mampu. Serta dibarengi dengan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan niat yang tulus ikhlas. Ambil yang baiknya, itu pun kalo ada. Lupakan sajalah kalo nggak ada manfaatnya apa yang saya tulis ini.

Hormat dan salam dari saya.


Credit :
Gambar - Pixabay.com
loading...

Form Komentar
Gunakan bahasa Indonesia yang baik ketika berkomentar. Dilarang keras berkomentar mengandung kata pornografi, sara, politik, jualan atau promosi, ujaran kebencian, adu domba dan menyudutkan pihak tertentu. Bijaksanalah dalam memberi komentar. Terima kasih.

Posting Komentar