goosted

Tidak ada yang salah dengan status Janda atau Duda

Saya nulis ini karena terinspirasi dari perkataan orang yang ngobrol dengan saya. "Nikah itu cukup hanya sekali seumur hidup". Lalu mereka sering mencemooh status para Janda atau Duda.

Memang sih pernikahan itu adalah harusnya demikian. Dan semua orang menginginkan itu.
Tapi faktanya ngga demikian, yang mengatur jodoh itu bukan manusia tapi Tuhan. Jarang  ada di dunia ini yang niat nikahnya untuk cari pengalaman saja, hahaha emangnya lulusan sarjana yang magang kerja? beda kali kalo urusan nikah mah....

Banyak lho yang awalnya punya prinsip seperti itu "Nikah sekali seumur hidup" berubah haluan dan cenderung memakan ludahnya (omongan) sendiri. Mereka yang pada awal nikahnya punya prinsip begitu. Tapi setelah itu bisa berubah. Itu karena semua manusia gak bakal tau sampai kapan akan berjodoh dengan pasangan kita. Mungkin dipisahkan oleh maut, orang ketiga atau dipisahkan hal lainnya. Entahlah, saya kurang paham tentang itu.

Tapi setelah mereka ditinggal atau berpisah dengan pasangannya (bercerai atau ditinggal mati). Banyak ko yang menikah lagi. Itu artinya makan ludah sendiri "Katanya menikah sekali seumur hidup". Lah gimana prinsip orang itu ? Kok plinplan...

Apa salah?

Tidak ada yang salah dengan status Janda atau Duda
Sebenarnya. Ngga ada yang salah dengan prinsip seperti itu. Tapi itu bikin malu diri sendiri dan seolah-olah jodoh itu diatur oleh diri sendiri bukan oleh Tuhan. Dan kayanya mendekati takabur. Harusnya "Nikah sekali seumur hidup itu bukan prinsip, tapi niat  menikah dan komitmen  sejak awal nikah". Selanjutnya biarkan takdir yang menentukan. Yang penting mah sudah melaksanakan tanggung jawab, hak dan kewajiban sebagai seorang suami atau istri.

Dan jika kemudian bercerai pun atau ditinggal mati oleh pasangan pun kita nggak bakal malu.
Perlu diketahui, bahwa bercerai itu adalah solusi terakhir. Mungkin kalo solusi itu ada 1000, nah perceraian itu adalah cara ke 1000 (so tau, wkwkwk). Itu boleh ko, kan sudah ada aturannya di Qur'an (bagi muslim). Asal jangan ada masalah sedikit langsung cerai. Nah cerai seperti itu yang dibenci oleh Allah.

Apa sih inti dari saya nulis kaya gini?

Banyak di masyarakat tertentu yang mengucilkan status seseorang, misalnya ada orang tuanya yang melarang anaknya menikah dengan janda. Hahaha... (bukan saya). Padahal ngga ada yang salah dengan Janda, Nggak ada ko, wanita yang cita-citanya ingin jadi janda. Ingat, Nabi Muhammad yang mulia pun menikahi seorang janda (Siti Khadijah). Apalagi kita sebagai umat akhir zaman yang penuh dengan dosa. Ngaca to le...

Mari nikahi janda kita instropeksi diri sebelum menjudge kehidupan orang lain. Karena kita tidak menjalani apa yang mereka jalani. Jadi jangan memandang seseorang karena status janda atau duda. Be smart kawan...

Apapun statusnya, kalau kita nyaman dan punya tujuan hidup yang sama dengan kita mah. Why not? Asal jangan nikah dengan Janda/Duda yang kaya raya, giginya tinggal dua, mobilnya lima. Itu modus cepet kaya kali ya? tapi ngga tau juga, kalo soal itu mah. ngga boleh suudzon... Biar jadi rahasia Tuhan.
Jangan serius membacanya ! Saya juga nulisnya ngga serius !

Sekian dan hormat dari saya


Credit :
Gambar - Pixabay.com
loading...

Form Komentar
Gunakan bahasa Indonesia yang baik ketika berkomentar. Dilarang keras berkomentar mengandung kata pornografi, sara, politik, jualan atau promosi, ujaran kebencian, adu domba dan menyudutkan pihak tertentu. Bijaksanalah dalam memberi komentar. Terima kasih.

Posting Komentar